Sunday, 15 June 2014

Posted by Historida On 08:54


Pada BAB III ini menunjukkan ukuran apakah mahasiswa layak sebagai seorang sarjana. Hal ini karena bab ini membahas secara dalam kerangka berpikir analitik mahasiswa. Pada bab ini diuraikan secara lengkap dari :
• Perumusan obyek penelitian atau populasi dan sample.
• Metode pengumpulan data (opsional).
• Analisis data atau permasalahan.

Pada perancangan suatu perangkat keras, maka pembahasan pada bab ini adalah perancangan perangkat kerasnya dan bagaimana hal itu mungkin terealisasikan secara teori. Jika merancang suatu perangkat lunak, maka pembahasan pada bab ini mengenai analisis kebutuhan, gambaran umum sistem yang mencakup diagram aliran data, diagram hubungan antar entitas atau diagram blok dan formalisasi modelnya yang bisa menggunakan diagram transisi, diagram automata, gramar, spesifikasi formal atau algoritma.
Di dalam bab ini diuraikan secara garis besar kerangka analisis obyek yang diteliti. Bab ini terdiri dari beberapa subbab dengan judul, uraian dan alat bantu (diagram, chart, block schema) sesuai masalah yang dibahas. Format dan outline yang berlaku untuk menuliskan Bab 3 ini adalah menekankan pada inti permasalahan yang ada pada obyek yang diteliti. Berikut adalah contoh outline yang bisa diikuti oleh penulis skripsi:

3.1 Rancangan Perangkat Keras.
      3.1.1 Diagram Blok Sistem.
      3.1.2 Modul-modul Sistem dan Cara Kerjanya.
3.2 Rancangan Peranti Lunak.
      3.2.1 Diagram Alir Program Utama.
      3.2.2 Diagram-diagram Alir Rutin pendukung.
3.3 Rancang Bangun.
(Sketsa dan dimensi dari sistem yang dirancang).

sumber :

http://www.usni.ac.id/teknik/materikuliah/Pedoman%20Skripsi%20NT.doc

Posted by Historida On 07:16


klik link berikut untuk gambar lebih jelas Metodologi Penelitian






Posted by Historida On 07:15



Dari Artikel yang ditulis oleh Dra. Endah Setyowati, M.Si dan Umi Proboyekti, S.Kom., MLIS bisa diartikan bahwa Kesimpulan berasal  dari fakta-fakta atau hubungan yang logis. Pada umumnya  kesimpulan terdiri atas kesimpulan utama dan kesimpulan tambahan. Kesimpulan utama adalah yang berhubungan langsung dengan permasalahan. Dengan demikian, kesimpulan utama harus bertalian dengan pokok permasalahan dan dilengkapi oleh bukti-bukti. Pada kesimpulan tambahan, penulis tidak mengaitkan pada kesimpulan utama, tetapi tetap menunjukkan fakta-fakta yang mendasarinya. Dengan sendirinya,  penulis tidak dibenarkan menarik kesimpulan yang merupakan hal-hal baru, lebih-lebih jika dilakukan pada kesimpulan utama. Jika penulis bermaksud menyertakan data atau informasi baru maka hendaknya dikonsentrasikan pada bab-bab uraian dan bukannya pada kesimpulan.
Dalam sebuah makalah atau skripsi perlu adanya sebuah kesimpulan. Kesimpulan ini merupakan permuktian dari hipotesis. Dan yang perlu diingat kesimpulan itu tidak sama dengan ringksan. Kesimpulan ditulis ringkas dan memuat informasi yang cukup sehingga pembaca mengetahui pembuktian dari hipotesis tersebut.
Menarik suatu kesimpulan selalu harus didasarkan pada data yang diperoleh dalam kegiatan penelitian (data yang telah diolah/dianalisis). Berikut ini merupkan urutan dari cara menuliskan sebuah kesimpulan.


Wednesday, 16 April 2014

Posted by Historida On 08:35
DAY 1----------------------------------------------------------------------------------------------------

Mahasiswa selalu identik dengan tugas dan tugas. Terkadang tugas terasa sangat membebani dan juga terasa sangat tidak berarti. Gue mahasiswa normal seperti lainnya. Jenuh banget sama keadaan kampus yang bergelut dengan tugas dan presentasi. Dan lebih parahnya gue juga udah mahasiswa tertua di kampus. Skripsi selalu menjadi momok yang menakutkan. Btw skripsi gue ? tau lah gue juga nggak maksain otak berpikir terlalu keras, kalem ajalah. Terhitung menjadi mahasiswa tertua, menyiapkan bahan skripsi masih ada pemadatan kuliah membuat gue ingin kabur, lari sejenak dari rutinitas. Runaway from reality.

Hobi gue sih travelling, tapi belum ada partner yang pas buat gue. Temen temen kampus pada edict dengan dunia mereka sendiri. Jiwa petualangnya sih nggak kayak bolang banget deh. Jujur aja sih gue agak malu pas ngomong hobi gue "Travelling." Jelas aja tempat wisata yang gue samperin bisa dihitung dengan jari. Misalnya Bromo, Sindoro, Dieng tuh gunung yang pernah gue datengin. Yaa ada lah beberapa pantai dan beberapa pulau. Tapi belum bisa dikatakan The Super Epic Traveller.

Puncaknya awal Maret gue udah bener bener jenuh dengan rutinitas, ditambah lagi masalah masalah yang gak banget dah. Ehh untung banget dah temen SMP gue tiba tiba ngabarin dan nawarin backpackeran ke Krakatau. Jadwal keberangkatan Kamis malem pulang Senin Malem. Gila dipikir pikir gue udah semester akhir harus bolos kuliah. Yaa awalnya sempet ragu tapi akhirnya gue ambil juga tuh kesempatan buat travelling. Jarang jarang juga ada partner buat backpackeran. 

Gue dari Semarang cuma berdua. Temen gue namanya Gunung. Namanya aja udah ditakdirkan buat jalan jalan gitu. Perjalan gue dari Semarang naik BIS malem jurusan Smg - Merak. Bis kita berangkat jam 9 malem, nyampai tujuan merak kita Jum'at jam 12 Siang. Waduuh ini beneran epic banget perjalan darat ditempuh dalam 15 jam. Dan yang lebih epicnya lagi meeting point sama anak backpackeran lainnya adalah jam 1 dini hari. Ohh yaa Gue pakai tour agent "Wisata Gunung" kalian bisa search aja di mbah google. Gila banget kan dari jam 12 siang gue harus nunggu sampai jam 1 pagi yaa kalau diitung itung ada tuh terdampar di pelabuhan merak sekitar 13 jam.

Dan akhirnya pukul sabtu pagi tepatnya jam 3 dini hari, gue nyebrang dengan kapal feri ASDP dan tentunya di kelas ekonomi. harga tiket asdp sebesar 13 ribu dan jika pengen pindah ke kelas eksekutif bisa nambah biaya 7 ribu. Perjalan dengan kapal feri ditempuh 3 jam lebih dari pelabuhan merak sampai ke pelabuhan bakauhuni lampung.

DAY 2-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam perjalanan ke lampung ini diisi dengan tidur, sumpah nggak nyadar aja tiba-tiba kapal udah mau nyandar di dermaga bakauhuni lampung. Mungkin kecapekan aja ditambah lagi tidur yang nggak berkualitas. Setelah di nyampe pelabuhan bakauhuni kita harus menunggu 2 orang bule yang ketinggalan kapal waktu di merak dan harus naik kapal berikutnya. Bicara tentang bule tuh emang super niat dan traveller abis. Terang aja setelah ngobrol sama guidenya tuh bule ternyata niat liburan 3 bulan buat keliling Asia. Wow yang pertama dipikir emang tuh bule kerjanya gimana yaak ? bisa sampe liburan 3 bulan. tapi salut sama tuh bule dia berani keluar dari zona comfortnya jadi itu yang bakal aku lakuin mencoba keluar dari zona nyaman.

Oke kita nunggu si bule sekitar 3 jam lah, disitu aku cuma main gaplek atau domino itu lah. Satu hal yang enak dari seorang travelller "Gampang Akrab" orang orang traveller itu bener bener nggak jaim, supel lah. Intinya enak ajalah udah langsung ngobrol enak walau baru aja ketemu gitu.

Akhirnnya sepasang bule dateng, dengan tampang memelas bule minta maaf gitu. aku sih cuma ngerti dia ngomong I'm sory dan bla bla aku nggak mudeng. kayak ujian TOEFL aja. Tapi nyoba aja ngobrol sama tuh bule nggak ada salahnya kan. yaa biasalah pertanyaan konyol yang dilontarkan. "where are you from ?" "This first time you go to Indonesia, are you ?" hahaha bener bener parah deh inggris ku.

Setelah 1 jam naik angkot yang membawa kita ke dermaga canti. pertama yang aku rasaiin naik angkot lampung adalah Gilaaaaa. Supir disanan kayaknya mantan pembalap need for speed most wanted parah banget dah gaya nyupirnya tikung sana tikung sini. Tapi keren dah.



Tuh gambar dermaga canti di lampung, dari dermaga canti itu kurang lebih perjalanan 2 jam menuju pulau sebesi tempat kita menginap. To be Continue....